Friday, August 7, 2015

Alfi dan Soulmate Baru

Sejak Alfi disapih tgl 20 februari lalu, Alfi sering uring-uringan kalau diajak ke rumah mbah (dari bapak) atau kumpul-kumpul dengan keponakan. Jangankan sampai kumpul, baru lihat rumah mbahnya saja sudah teriak minta pulang. Padahal sebelumnya, Alfi selalu main di rumah mbah sekitar jam 1 siang sampai jam 3 lebih. Mandi sore sekalian baru kembali ke toko kemudian pulang ke rumah. Jadi ibu tidak perlu repot-repot mandiin Alfi lagi, setelah pulang dari toko.

Bahkan sama mbah kung dan mbah Uti yang tinggal satu rumah juga ga mau. Hanya sama ibu, dan sesekali sama bapak aja maunya. Ibu sempat mengeluh dengan keadaan Alfi yang seperti itu. Saking capeknya, kadang-kadang ibu membentak Alfi dan pernah sekali mencubit pahanya. Untung bapak selalu memberi semangat kepada ibu agar selalu sabar menghadapi Alfi. "Mungkin akan bertambah pinter dan akalnya", begitu kata bapak. Ya... memang harus bisa sabar, dan kalau sudah tidak tahan paling melampiaskannya dengan menangis sambil ngumpet.

Friday, June 5, 2015

Alfi Flu dan Batuk

Selama minum ASI, Alfi tidak pernah yang namanya sakit flu yang disertai batuk. Biasanya cuma panas atau batuk saja, sehingga Alfi bisa minum ASI sepuasnya tanpa harus terganggu hidung tersumbat karena flu. Tapi kali ini setelah Alfi disapih, untuk pertama kalinya Alfi sakit flu disertai batuk. Hidung tersumbat, mau tidur susah, dan terpaksa Alfi tidur di pangkuan ibu agar lebih nyaman tidurnya.

Saturday, March 28, 2015

Alfi Disapih

Tgl 20 februari, umur Alfi 2 tahun 1 bulan 5 hari dan di hari itu ibu mulai menyapih Alfi. Sebenarnya ibu tidak punya rencana untuk menyapih Alfi di hari itu. Tapi ketika lihat kalender, dan dihitung-hitung Alfi harus disapih hari itu, biar 5 harinya pas wetonnya Alfi. Menurut Mbah uti, kalau bisa sepasar (5 hari) disapih pas wetonnya nanti dibikinin tumpeng atau istilah jawanya buceng.

Jauh-jauh hari sebelum disapih, ibu sudah memberi pengertian kepada Alfi kalau Alfi sudah besar dan sudah waktunya berhenti minum ASI. Kadang ibu juga iseng, ASInya buat dedek bayi dalam perut ibu. Selain memberi pengertian, ibu juga mengurangi pemberian ASI kepada Alfi. Untuk mengalihkan perhatian Alfi, biasanya ibu mengajak Alfi main ke tempat tetangga. :)