Sejak Alfi disapih tgl 20 februari lalu, Alfi sering uring-uringan kalau diajak ke rumah mbah (dari bapak) atau kumpul-kumpul dengan keponakan. Jangankan sampai kumpul, baru lihat rumah mbahnya saja sudah teriak minta pulang. Padahal sebelumnya, Alfi selalu main di rumah mbah sekitar jam 1 siang sampai jam 3 lebih. Mandi sore sekalian baru kembali ke toko kemudian pulang ke rumah. Jadi ibu tidak perlu repot-repot mandiin Alfi lagi, setelah pulang dari toko.
Bahkan sama mbah kung dan mbah Uti yang tinggal satu rumah juga ga mau. Hanya sama ibu, dan sesekali sama bapak aja maunya. Ibu sempat mengeluh dengan keadaan Alfi yang seperti itu. Saking capeknya, kadang-kadang ibu membentak Alfi dan pernah sekali mencubit pahanya. Untung bapak selalu memberi semangat kepada ibu agar selalu sabar menghadapi Alfi. "Mungkin akan bertambah pinter dan akalnya", begitu kata bapak. Ya... memang harus bisa sabar, dan kalau sudah tidak tahan paling melampiaskannya dengan menangis sambil ngumpet.